PEMKO TANJUNG BALAI GELAR TEPUNG TAWAR DAN DOA BERSAMA UNTUK WALI KOTA MAHYUDIN SALIM
GAMBARAN UMUM ACARA
Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar acara tepung tawar dan doa bersama pada Senin (13/4/2026) bertempat di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus doa pelepasan bagi Wali Kota Mahyaruddin Salim dan istri, Mashandayani Siahaan, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H.
Tepung tawar merupakan tradisi adat Melayu yang lazim dilakukan sebagai simbol permohonan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi seseorang yang akan menempuh perjalanan penting. Dalam konteks ini, tradisi tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan kecintaan jajaran pemerintahan serta masyarakat Tanjungbalai kepada pemimpin kota mereka.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus atas penyelenggaraan acara tepung tawar dan doa bersama ini. Ia menyampaikan bahwa niat untuk menunaikan ibadah haji bersama istri pada tahun 2026 telah mendapatkan jalan dari Allah SWT.
Mahyaruddin juga memohon doa dari seluruh hadirin agar perjalanan ibadah haji bersama istri diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air. Tak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, ia juga meminta agar seluruh jamaah calon haji asal Kota Tanjungbalai dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan pulang dalam keadaan sehat.
Wali Kota juga menyisipkan doa untuk Kota Tanjungbalai — agar kota yang ia pimpin terus diberikan kelancaran dalam maju dan mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera) demi kesejahteraan seluruh masyarakat.
"Semoga perjalanannya diberikan kemudahan hingga pulang dengan selamat ke tanah air nantinya. Mari kita saling mendoakan agar seluruh masyarakat Tanjungbalai yang melaksanakan ibadah haji bisa berjalan lancar, diberikan kesehatan, dan kembali dengan baik."
— Mahyaruddin Salim, Wali Kota Tanjungbalai
Acara tepung tawar dan doa bersama ini tidak hanya menjadi momen perpisahan seremonial, tetapi juga cerminan budaya dan nilai kebersamaan yang hidup di lingkungan Pemko Tanjungbalai. Kehadiran seluruh jajaran — dari Wakil Wali Kota, Sekda, hingga seluruh kepala OPD, camat, dan lurah — menunjukkan rasa hormat dan kecintaan kepada pemimpin yang akan berangkat memenuhi panggilan Allah SWT. (liemb)
Komentar
Posting Komentar