PEMKO TANJUNG BALAI GELAR TEPUNG TAWAR DAN DOA BERSAMA UNTUK WALI KOTA MAHYUDIN SALIM

Pemerintah Kota Tanjungbalai - Ibadah Haji 1447 H — Keberangkatan Mei 2026

negarawannews.com - Wali Kota Mahyaruddin Salim beserta istri Mashandayani Siahaan dilepas dengan penuh kehangatan oleh jajaran Pemko Tanjungbalai dalam rangka pemberangkatan ibadah haji 1447 H yang dijadwalkan pada Mei 2026.


GAMBARAN UMUM ACARA 

Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar acara tepung tawar dan doa bersama pada Senin (13/4/2026) bertempat di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus doa pelepasan bagi Wali Kota Mahyaruddin Salim dan istri, Mashandayani Siahaan, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H.


Tepung tawar merupakan tradisi adat Melayu yang lazim dilakukan sebagai simbol permohonan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi seseorang yang akan menempuh perjalanan penting. Dalam konteks ini, tradisi tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan kecintaan jajaran pemerintahan serta masyarakat Tanjungbalai kepada pemimpin kota mereka.



KEBERANGKATAN DIJADWALKAN MEI 2026

Wali Kota Mahyaruddin Salim dan istri akan bergabung bersama jamaah calon haji Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H.


Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus atas penyelenggaraan acara tepung tawar dan doa bersama ini. Ia menyampaikan bahwa niat untuk menunaikan ibadah haji bersama istri pada tahun 2026 telah mendapatkan jalan dari Allah SWT.


"Alhamdulillah niat baik kita untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2026 kini diberikan jalan oleh Allah SWT bisa terlaksana."
— Mahyaruddin Salim, Wali Kota Tanjungbalai

Mahyaruddin juga memohon doa dari seluruh hadirin agar perjalanan ibadah haji bersama istri diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air. Tak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, ia juga meminta agar seluruh jamaah calon haji asal Kota Tanjungbalai dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan pulang dalam keadaan sehat.

Wali Kota juga menyisipkan doa untuk Kota Tanjungbalai — agar kota yang ia pimpin terus diberikan kelancaran dalam maju dan mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera) demi kesejahteraan seluruh masyarakat.



PESAN WALI KOTA KEPADA JAJARAN PEMKO SELAMA KEPERGIAN 

1. Tetap solid dan bersinergi
Seluruh jajaran Pemko Tanjungbalai diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan sinergi antarunit kerja selama Wali Kota menjalankan ibadah haji. Tidak ada alasan bagi roda pemerintahan untuk melambat.

2. Fokus pada pelaksanaan program
Setiap OPD diminta tetap fokus menjalankan program kerja yang telah direncanakan. Pekerjaan harus terus berjalan terukur dan tidak bergantung pada kehadiran Wali Kota secara langsung.

3. Profesional dalam bekerja
Standar profesionalisme kerja harus tetap dijaga. Mahyaruddin menekankan pentingnya sikap profesional di masing-masing lingkungan kerja sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

4. Pelayanan publik tetap optimal
Pesan paling tegas: pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Warga Tanjungbalai harus tetap merasakan hadirnya pemerintah yang melayani, meskipun Wali Kota sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

DOA PENUTUP &; HARAPAN BERSAMA 

"Semoga perjalanannya diberikan kemudahan hingga pulang dengan selamat ke tanah air nantinya. Mari kita saling mendoakan agar seluruh masyarakat Tanjungbalai yang melaksanakan ibadah haji bisa berjalan lancar, diberikan kesehatan, dan kembali dengan baik."

— Mahyaruddin Salim, Wali Kota Tanjungbalai

Acara tepung tawar dan doa bersama ini tidak hanya menjadi momen perpisahan seremonial, tetapi juga cerminan budaya dan nilai kebersamaan yang hidup di lingkungan Pemko Tanjungbalai. Kehadiran seluruh jajaran — dari Wakil Wali Kota, Sekda, hingga seluruh kepala OPD, camat, dan lurah — menunjukkan rasa hormat dan kecintaan kepada pemimpin yang akan berangkat memenuhi panggilan Allah SWT. (liemb)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa dan Dosen MPI Buat Pengabdian Masyarakat dengan Semangat Persaudaraan Sebangsa

BIJAK BERBAHASA MAKA TERHINDAR DARI KASUS HUKUM: KAJIAN FORENSIK LINGUISTIK

MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA AJUKAN UJI MATERIL UU PENDIDIKAN TINGGI KE MAHKAMAH KONSTITUSI