Surat Terbuka NW
Ditujukan kepada Kapolrestabes Medan, Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., tentang Evaluasi Kepemimpinan Kapolrestabes Medan demi Menjaga Netralitas dan Harmoni Sosial, kekecewaan ini didasarkan pada awalnya Kapolrestabes dalam bentuk ketidakhadiran untuk berdiri bersama menjaga kondisi kenyamaan antar umat beragama. Kaitan lain juga, Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) juga Kesultanan Melayu Metar Biland menyatakan Medan sebagai puak Melayu.
Aliansi Umat Islam Bergerak Karena Nuraninya Terganggu
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Nahdlatul Watan (NW) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Iqbal, M.A., di dampingi Sekretaris Dr (C) Misnan, M.Pd. dan Ketua Pemuda NW Kota Medan, Alfi Syahri, M.I.Kom., bahwa gerakan ini murni dilakukan karena terganggunya nurani umat Islam. Indikasi ketidaknetralan yang berbahaya bagi harmoni Umat Beragama Kota Medan jika aparat penegak hukum seperti Kapolrestabes Medan tidak menjadi penjamin keadilan hukum. Bahkan mencederai kepercayaan Umat Islam di Kota Medan.
"Aspirasi disampaikan di depan Kantor Walikota dengan tidak bertujuan bertemu dengan orang nomor satu di Kota ini. Catat juga, hari itu kita semua sedang berpuasa, jelang berbuka, sampai membawa bekal untuk membatalkan puasa Ramadhan yang sedang dijalankan," tegas Ketua NW Sumut. (alf)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar