Notification

×

Adv

NEGARAWAN NEWS

Tag Terpopuler

𝙊𝙡𝙚𝙝-𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙋𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝘿𝙞 𝙆𝙤𝙩𝙖 𝙆𝙪𝙖𝙡𝙖 𝙎𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜 𝘼𝙘𝙚𝙝 𝙏𝙖𝙢𝙞𝙖𝙣𝙜: 𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙋𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙎𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩! -------------------------------------

Sabtu, 27 Desember 2025 | Desember 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-27T19:42:50Z
Foto: Relawan berada di Kuala Simpang Lokasi yang Terdampak Banjir, (Dokumentasi Relawan dari Mabar Medan di Kuala Simpang 26/12/25))


(𝙆𝙪𝙖𝙡𝙖 𝙎𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜, 26 Des 2025), Kurang Lebih Sejak dari tanggal 26 Nov 2025 yang lalu, 30 hari sudah berlalu. Masih tampak Kota Kuala Simpang sibuk dengan pembersihan dari lumpur basah dan yang sudah mengering. Sampai kapan pemulihan seperti sediakala? 

Foto: Mesjid Al Ikhlas Desa Sriwijaya, (Dokumentasi Relawan dari Mabar Medan di Kuala Simpang 26/12/25)


𝙈𝙖𝙨𝙟𝙞𝙙 𝘼𝙡 𝙞𝙠𝙝𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘿𝙚𝙨𝙖 𝙎𝙧𝙞𝙬𝙞𝙟𝙖𝙮𝙖 𝙆𝙪𝙖𝙡𝙖 𝙎𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜

Masih terlihat puluhan Kepala Keluarga (KK) menempati areal masjid. Tampak wajah kelelahan dan seakan harapan itu semakin tipis, untuk merasakan keadaan seperti sedia kala. Kelambu yang didirikan menjadi petanda semangat yang masih menyala, masih menyisakan asa bertahan agar tetap sehat tidak terserang penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk. 

Foto: Kondisi Rumah Masyarakat Terdampak Banjir, (Dokumentasi Relawan dari Mabar Medan di Kuala Simpang 26/12/25)


Tatapan kosong terlihat kentara diantara para pengungsi, ada juga ibu-ibu yang tetap melaksanakan aktivitas keseharian dengan mencuci pakaian di tengah keadaan lalu lalang jamaah Shalat Jumat. Apakah mereka tidak peduli, bukan begitu, karena memang tidak ada pilihan lain untuk terus bertahan didalam ketidaknyamanannya. 

Foto: Kondisi Rumah Terdampak Banjir di Kuala Simpang, (Sumber: Dokumentasi Relawan KNPI Sumut)

Anak-anak terus berlarian kian kemari, sambil sesekali menghampiri orang tuanya yang berdiri tidak, rebahan pun sulit. Kondisi yang puluhan hari dilalui. Mereka bukan penduduk desa Sriwijaya sini, sebut Apak sapaan akrab Tokoh Minang di Kuala Simpang tersebut. Dari desa sebelah yang kehilangan rumahnya akibat banjir dan longsor yang terjadi. Entah kapan mereka akan kembali dan kemana, bayang Apak (baca: Bapak sapaan Minang) sambil menatap kosong dari ingatan tentang kejadian beberapa puluh hari silam. 

Foto: Kondisi Rumah Terdampak Banjir di Kuala Simpang, (Sumber: Dokumentasi Relawan KNPI Sumut)


𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙋𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣
Ucapan ini terdengar sumir ditelinga, disebutkan salah seorang tetangga Apak. Sebab, rumahnya juga menjadikan salah satu terdampak banjir dan lumpur yang masih menggunung. 


Harapan untuk kembali pulih seperi sedia kala, walau tidak mudah. Membangun kembali ekonomi keluarga yang sangat terdampak. Bukan pekerjaan mudah memang bahkan untuk beberapa bulan selanjutnya, semua masih berharap dan hanya harapan itu yang kami punya, sebut tokoh muda Minang ini. 


Foto: Kondisi kampung Terdampak Banjir di Kuala Simpang, (Dokumentasi Relawan dari Mabar Medan di Kuala Simpang 26/12/25)


Walau senyuman mengambang di bibir akan tetapi raut wajah kesedihan tidak bisa ia tutupi. Habis semua harta benda yang dimiliki, bahkan bahan baku usaha jamu yang baru masuk dari Jawa juga tersapu bersih, ingatnya sambil menggaruk kecil. Syukurnya, toke tidak membebankan macam ganti modal hingga puluhan juta itu, ia hanya berharap Apak dan keluarga sehat, sebut pria ini sambil menseka air mata yang hampir saja terjatuh. 


𝙏𝙉𝙄, 𝙋𝙊𝙇𝙍𝙄 𝘽𝙖𝙝𝙪 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙝𝙪
Sepanjang jalan utama Kuala Simpang terlihat jajaran anak-anak, orang tua, laki-laki dan perempuan berjajar menunggu uluran tangan, belas kasih siapa saja yang lewat, walau hanya sekedar roti dan air mineral. Pak, Bu, panggil anak-anak tersebut berharap. Sesekali senyum terlihat lebar ketika mereka mendapatkan bantuan dari kendaraan yang lewat. Apakah bantuan belum di dapat? Informasi yang diperoleh, kurang meratanya pembagian menjadi salah satu kendala yang masih dirasakan. 

Foto: Kondisi kampung Terdampak Banjir di Kuala Simpang, (Dokumentasi: Relawan dari Mabar Medan di Kuala Simpang 26/12/25)


Tentu butuh evaluasi, untuk perencanaan pembagian bantuan untuk disalurkan lebih merata. Itu harapan yang ditangkap dari keadaan masyarakat dampak banjir dan lumpur di Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang. 

Mencolok dan kentara di setiap sudut jalan di Kota Kuala Simpang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu membahu dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI) membersihkan sisa lumpur mengering du sepanjang jalan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Aceh Tamiang dengan Relawan juga terlihat menjadi bagian dari pemulihan pasca bencana. (Alf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update