Medan (31/12/2025), jelang akhir tahun 2025 ada yang berbeda dengan pilihan perilaku Pemerintah Kota Medan, kalau selama ini setiap pergantian tahun dengan kebahagiaan semu dan hura-hura, kali ini mengajak warga masyarakat kota melakukan do'a dan zikir pergantian tahun.
Setidaknya, menunjuk pada rasa yang sama terhadap musibah banjir dan longsor Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Tidak tanggung-tanggung, penghematan anggaran hingga milyaran rupiah dan perubahan perilaku hura-hura dapat diminimalisir, kalau pun tak dihilangkan penuh nantinya.
Sumber: Foto Ketua Pemuda NW Kota Medan, Alfi Syahri, S.Sos, M.I.Kom, Medan 31 Des 2025.
Alfi Syahri, M.I.Kom., beserta jajaran pengurus harian Pimpinan Daerah (PD) Nahdlatul Wathan (NW) Kota Medan, mengatakan ingin menguji perilaku Pemerintah Kota dan juga sekaligus memuji. Menguji dalam arti, apakah pilihan ini selanjutnya sebagai sesuatu kebaikan baru bagi warga Kota Medan yang lebih bijak dalam balut contoh perilaku pejabat, atau hanya sekedar topeng empati saja, ikut-ikutan agar viral, sebut pentolan NW.
Karena sebenarnya, keterus menerusan kebaikan itu sebagai contoh kebaikan. Kalau ini bisa dilakukan terus bukan hanya alasan bencana, tentu pujian akan menjadi tambahan kepada Walikota Mesan dan jajarannya. Setidaknya Kota Medan bisa menghemat anggaran milyaran untuk kebahagiaan semu, dengan membakar petasan dan panggung hiburan. Do'a dan Zikir malam tahun baru diharapkan tidak hanya dilakukan tahun ini saja, bisa dilanjutkan pada tahun depan.
Kebahagiaan sesungguhnya, atau kebahagiaan hakiki, seperti yang disebut Walikota Medan Rico Waas, "kami Pemuda NW Kota Medan sangat mendukung pernyataan ini," sebut Sekretaris Pemuda NW Kota Medan, Awaluddin Sitorus, M.Pd., M.M., menanggapi pro dan kontra pilihan yang dilakukan Pemerintah Daerah. Kita akan berdiri sejajar dan bahu membahu dengan pemerintah daerah untuk capaian program menyeluruh, senyum Sukardi, M.H., Bendahara Pemuda NW Medan.
Sumber: Foto Keluarga Besar NW Sumatera Utara Ketua NW Dr. Iqbal Daulat dan Sekretaris Dr (C) Misnan, Ketua NW Kota Medan Dr. Abdul Muthalib, Sekretaris Pemuda NW Kota Medan Awaluddin Sitorus, M.P.d., M.M., dan Syaiful Bahri Limbong, M.Pd.
Momentum pergantian tahun 2025 menuju 2026 setidaknya menjadi ajang evaluasi sikap yang dicontohkan oleh Pemerintah Kota Medan yang saat ini di nahkodai Bg. Rico Waas, sambung Ketua Pemuda NW Kota Medan. "Gak ada istilah Anto, atau Angkat Telor," kita pastikan akan puji kalau benar dan kritis jika nyeleneh. Berdiri terdepan untuk aturan pro rakyat sebaliknya oposisi jika menyusahkan masyarakat. Ini memang ikatan amanah organisasi yang kita pegang kuat sampai sekarang. (Liemb)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar