Alm. Sapto Hudoyo, yang merupakan sosok penting dan dihormati sebagai anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Sumatera Utara (Sumut) yang juga pernah menjabat sebagai sekretaris DPW Sumut di Era 1980 an, wafat pada Rabu, 23 September 2026, di usia 81 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh jajaran pengurus dan anggota Pemuda Pancasila yang menghargai dedikasi dan jiwa pengabdiannya selama ini.
Ketua PAC PP DK Perumnas Mandala, Abanganda Dapit H. Sianturi, SH, tampak langsung mengomandoi seluruh kader pada kegiatan bertakziah tersebut dengan penuh penghormatan dan kekhidmatan. Dalam koordinasi yang rapat bersama seluruh pengurus dan pimpinan ranting se-DK, Dapit memastikan bahwa seluruh rangkaian prosesi yang merupakan bagian dari Fardhu Kifayah dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Tidak hanya hadir secara fisik untuk menguatkan keluarga yang ditinggalkan, PAC PP DK Perumnas Mandala juga memberikan dukungan maksimal dengan menyiagakan mobil ambulance pribadi sebagai sarana transportasi jenazah. Hal ini memudahkan proses pemindahan jenazah dari rumah duka menuju masjid terdekat guna diselenggarakan shalat jenazah sebelum tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perumnas Mandala.
Suasana haru tampak jelas menghiasi setiap sudut prosesi. Puluhan kader Pemuda Pancasila bersama masyarakat sekitar turut hadir memberikan penghormatan terakhir, membuktikan betapa besarnya pengaruh dan cinta yang diberikan almarhum selama hidupnya dalam membina dan memperkuat ikatan kebersamaan dalam organisasi.
Dalam sambutannya, Abanganda Dapit H. Sianturi, SH menyampaikan belasungkawa mendalam mewakili seluruh pengurus dan anggota PAC PP DK Perumnas Mandala. Ia mengenang Ayahanda Sapto Hudoyo sebagai panutan yang penuh dedikasi dan ketulusan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.
"Kami keluarga besar PAC PP DK Perumnas Mandala sangat berduka atas berpulangnya sosok yang kami hormati dan cintai, Ayahanda Sapto Hudoyo. Beliau bukan hanya anggota MPO, tetapi juga figur penting yang telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan organisasi. Semoga amal ibadah beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi hari-hari mendatang," ujar Dapit dengan penuh haru.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata solidaritas dan semangat kekeluargaan yang terus dijaga dan dilestarikan oleh kader Pemuda Pancasila di Perumnas Mandala. Sebuah bentuk penghormatan yang tidak hanya sekadar rutinitas, tapi juga cermin kasih sayang dalam kebersamaan sebagai satu keluarga besar.(liemb)


