MEDAN, negarawannews.com,– Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dengan tegas meminta kepada seluruh lapisan masyarakat dan media massa untuk segera menghentikan segala bentuk komentar negatif serta perundungan (cyberbullying) di media sosial terhadap para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo.
Bobby menekankan bahwa empati dan dukungan publik saat ini jauh lebih mendesak guna memulihkan kondisi mental serta psikologis anak-anak tersebut.
Berdasarkan rilis resmi yang dikutip langsung dari website resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, https://www.sumutprov.go.id, berikut adalah poin-poin krusial terkait penanganan para korban:
- Atensi Khusus dari Wakil Presiden: Menindaklanjuti arahan langsung dari Wakil Presiden RI, penanganan medis dan psikologis para korban dipantau secara ketat. Dua orang siswa yang teridentifikasi mengalami indikasi medis serta trauma psikologis yang jauh lebih berat dibanding rekan-rekannya kini telah dievakuasi ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif, dengan didampingi langsung oleh tim dokter asal Sumatera Utara.
- Kondisi Mental Korban Terguncang Akibat Netizen: Pemeriksaan psikologis menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Sebagian korban kini mengalami gangguan mental yang justru dipicu oleh derasnya komentar negatif serta aksi perundungan siber di media sosial setelah kasus ini viral.
- Fokus Pemulihan Total: Tim medis telah menginstruksikan para siswa untuk membatasi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Bobby Nasution mengimbau publik untuk menahan diri dan tidak memberikan tekanan mental tambahan dari luar. "Demi penyembuhan anak-anak kita, fokus utama kita bersama adalah membantu mereka pulih secara utuh, baik fisik maupun psikisnya," tegas Bobby. (DISKOMINFO SUMUT)


