Medan — Kebakaran hebat menghanguskan kawasan ruko di Jl. Garuda I Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan Raya, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara, pada Minggu, 26 Juli 2026. Api diduga kuat berasal dari salah satu kamar di lantai dua sebuah ruko usaha salon, sebelum akhirnya merembet dengan cepat ke bangunan di sisi kiri dan kanannya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 5 hingga 7 unit ruko terdampak insiden ini. Sebanyak 4 ruko di antaranya mengalami kerusakan berat pada bagian lantai dua dan lantai tiga. Cepatnya rambaran api diduga dipicu oleh keberadaan sejumlah material yang mudah terbakar di dalam bangunan.
Gerak Cepat Tim Pemadam Kebakaran
Mobil pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian. Warga sekitar menyampaikan bahwa dua unit mobil pemadam tiba dalam waktu sekitar 30 menit setelah laporan diterima. Selang 10 menit kemudian, dua unit mobil pemadam tambahan datang menyusul untuk memperkuat proses pendinginan dan melokalisir api agar tidak semakin meluas.
Kendati demikian, proses pemadaman sempat menghadapi kendala di lapangan. Kerumunan warga yang sangat padat dan menumpuk untuk menyaksikan peristiwa tersebut memicu kemacetan arus lalu lintas. Kondisi ini berpotensi memperlambat ruang gerak petugas. Personil Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi tampak sigap turun tangan untuk menertibkan warga dan mengurai arus kendaraan.
Keterangan Saksi Mata
Menurut keterangan dari Kepala Lingkungan (Kepling) Murai, Muhammad Irsan, yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut di lokasi, titik api pertama kali terlihat membakar area kamar di lantai dua ruko salon. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, untuk rincian data yang lebih pasti dan akurat mengenai total keseluruhan ruko terdampak, ia mengarahkan agar mengonfirmasi langsung kepada Pak Thamrin selaku Kepling Walet.
Hingga berita ini diterbitkan, jumlah kerugian materil akibat kebakaran masih belum dapat dipastikan. Pemilik atau korban dari ruko yang terbakar juga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam situasi panik dan sibuk menyelamatkan sisa barang. (Liemb)


