MEDAN 28 Juni 2026,— Ketua Bidang Pendidikan Tinggi DPD MAPANCAS Sumatera Utara, Saiful Bahri Limbong, S.Sos, M.Pd, menegaskan bahwa menerima kemajemukan adalah esensi moderasi beragama. Penerimaan ini memiliki empat nilai penting bagi pembentukan karakter dan social masyarakat.
Pesan moral tersebut disampaikan Saiful Bahri Limbong saat mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) di Hotel Madani, pada Sabtu (27/6/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Dosen STAIS Medan dan Sekretaris Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah Medan ini memaparkan empat poin utama yang sejalan dengan sikap menerima kemajemukan:
1. Mengembangkan Karakter Diri: Sikap inklusif mendorong kedewasaan dan integritas moral individu di tengah perbedaan.
2. Memperluas Wawasan & Pengetahuan: Kemajemukan menjadi ruang belajar untuk memahami keragaman budaya, agama, dan sosial.
3. Kedamaian Mental Dan Sosial: Penerimaan terhadap pluralitas akan menciptakan harmoni, menjauhkan konflik, serta menghadirkan ketenteraman batin dan lingkungan.
4. Pengembangan Jaringan (Relasi): Kemampuan berinteraksi dengan berbagai latar belakang yang berbeda membuka peluang kolaborasi dan memperluas relasi yang bermanfaat.
Melalui pendekatan moderasi beragama ini, Saiful berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, mampu menjadikan nilai-nilai kemajemukan sebagai instrumen untuk membangun bangsa yang lebih toleran dan damai. (Team negarawannews.com)


